Pelatihan Imam Di Prancis

PARIS – Dalam upaya mengintegrasikan para imam kelahiran luar di Perancis, satu kelompok terdiri dari 40 imam akhirnya menyelesaikan pelatihan satu tahun tentang politik Perancis, hukum dan sekularisme.

“Para imam belajar tentang ilmu kemanusiaan seperti antropologi, psikologi, dan politik sosiologi,” ujar Djelloul Seddiki, direktur Institut Keagamaan Al Ghazali di Masjid Agung Paris sekaligus pengorganisasi kursus tersebut.

“Mereka bahkan belajar sistem politik Perancis dan hukum, juga  filosofi modern Barat seperti eksistensialisme ala Jean-Paul Sartre dan epistemology Kant,” imbuh Seddiki.

Para imam, termasuk tiga wanita pendakwah juga belajar tentang sejarah agama dan aliran utama dalam sejarah Gereja Katholik.

“Tentu mereka pun juga mempelajari seluruh ilmu berkaitan dengan Islam dalam Al Qur’an, Hadist, dan fikih empat imam besar,” kata Seddiki lagi.

Pengajaran selama dua semester tersebut diselenggarakan atas kerjasama Institut Theology Al Ghazali dengan Institut Katholik Paris. Sediki menyatakan jika pilihan kerjasama dengan Institut Katholik tersebut semata-mata terkait tuan rumah.

“Sementara isi kursus jelas berbeda sepenuhnya dari kurikulum insitusi tersebut,” ujar Seddiki. “Insitut hanya menyediakan tempat bagi kursus agar bisa berjalan lancar,” imbuhnya

Kursus dan pelatihan tersebut bermaksud mengembangkan kemampuan imam agar sejalan dengan kebutuhan komunitas Muslim di Perancis.

“Ada kebutuhan mendesak untuk menghadirkan imam yang dapat berbicara Perancis dan akrab dengan hukum-hukum Perancis,” ujar Bernard Gudar, staf Kementrian Dalam Negeri yang bertanggung jawab pada urusan agama.

“Itulah mengapa pengorganisasian kursus merupakan tandem antara Masjid Agung dan Institut Katholik,” imbuhnya.

Sekitar enam hingga tujuh juta Muslim di Perancis–minoritas terbesar di Eropa–sudah sekian lama melontarkan kebutuhan akan pelatihan imam dalam negeri yang dapat berintegrasi dengan komunitas lebih luas.

Kini ada sekitar 1.200 imam di Pernacis dan banyak yang memimpin sholat berjamaah, menawarkan nasihat spiritual dan praktikal kepada jamaah dengan sedikit atau tanpa pendidikan formal. Sementara tiga perempat dari jumlah tersebut bukan warga negara Prancis dan sepertiga bahkan tidak bisa berbicara Perancis.

Menyadari situasi tersebut beberapa organisasi Islam mengambil insiatif dan mulai mendidik para imam tersebut. “Imam-imam yang telah melewati pelatihan akan ditempatkan di masjid-masjid dan ruang-ruang beribadah di penjuru Perancis,” ujar Seddiki.

“Kami juga akan mencari bantuan pemerintah Perancis khususnya Kementrian Hukum dan Pertahanan untuk mendorong proses integrasi imam-imam baru tersebut,” imbuhnya.(di kutip dari republika)




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: